tin__tun

...these words comes from heart...


Lynn memang sudah meninggal dunia pada Desember 2008, namun catatan harian online yang pernah ia bagikan pada sahabatnya baru muncul baru-baru ini di media.

Berikut ini adalah testimoni dari catatan harian berjudul 'Do Not Resuscitate' atau 'Jangan Bersandar' yang dibuat Lynn, seperti dilansir Timesonline, Kamis (28/1/2010),

"Saya tidak tahu bagaimana harus memulainya. Saya hanya ingin mati dan berharap semua orang mengerti dengan alasan dan keputusan saya. Saya sangat, sangat, sangat ingin mati karena sakit ini sudah tak tertahan lagi. Lebih dari 16 tahun saya mengidap penyakit mematikan ini, saya lelah dan merasa tidak bisa menanggung penyakit ini lagi untuk setiap detik, menit dan harinya.

Saya tidak bisa lagi menggantung harapan bahwa suatu hari saya bisa sembuh. Keputusan untuk mati ini sudah sangat lama dan keras saya pikirkan. Saya yakin hanya itu yang saya inginkan untuk saat ini. Meskipun hal ini sudah didiskusikan panjang lebar dengan orang tua saya, tapi mereka benar-benar tidak rela jika saya pergi.

Saya sudah coba mengakhiri hidup dengan menyuntikkan morfin dosis tinggi ke dalam pembuluh darah, tapi ternyata tubuh ini sudah toleran terhadap morfin. Dari situlah orang tua saya pertama kali tahu betapa depresinya saya. Saya sudah berusaha menyembunyikan perasaan tersebut dengan menampakkan wajah ceria di depan mereka. Tapi saya justru diberi obat antidepresi.

Obat-obatan berhasil membuat saya berhenti menangis terus menerus, tapi tidak bisa menghentikan keinginan saya untuk tidak berada di planet ini lagi. Tidak ada yang bisa mengubah pikiran itu. Saya tahu kemungkinan untuk sembuh dan menjalani hidup dengan normal seperti yang saya bayangkan sangatlah tipis.

Rahim saya sudah diangkat. Saya tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginan favorit saya untuk punya anak. Saat ini saya berusia 31 tahun dan seharusnya sudah punya pasangan. Tulang saya sudah oesteoporosis, setiap kali batuk atau bersin, risiko patah tulang bisa saja terjadi. Semua impian saya untuk bisa berenang, berperahu, berlari, bersepeda sudah sirna sejak saya mengidap penyakit ini di usia 14 tahun.

Tubuh ini sudah lelah dan semangat hidup saya sudah patah. Saya merasa cukup. Saya mengerti jika orang-orang mengira saya depresi berat, tapi keinginan untuk meninggalkan semua rasa sakit ini terus memuncak. Saya benar-benar ingin mati. Saya tidak tahu lagi berapa jam yang sudah saya habiskan untuk mendiskusikan keinginan ini dengan ibu. Tapi ia selalu berusaha mati-matian mengubah pandangan dan pola pikir saya.

Sampai saat ini saya masih bisa bertahan karena tabung-tabung medis, pompa dan obat-obatan. Tanpa semua teknologi modern ini, saya tidak akan ada disini. Bayangkan Anda berada di sebuah ruangan kecil dan terdampar di atas kasur selama 16 tahun. Bayangkan menjadi perawan di usia 30 tahun dan tidak pernah tahu rasanya ciuman. Bayangkan rasa sakit mempunyai tulang seorang wanita berusia 100 tahun dan tidak bisa bergerak kemana-mana karena risiko patah tulang. Bayangkan ibu Anda mengelap tubuh dan membersihkan kotoran Anda setiap saat. Bayangkan terpenjara di dalam hidup yang menyedihkan.

Saya tidak perlu membayangkan semua itu karena tubuh dan pikiran saya sudah hancur. Saya sangat putus asa dengan sakit ini. Saya mencintai kedua orang tua saya, tapi saya tidak bisa memberikan apa-apa untuk mereka. Saya justru menyandarkan hidup pada mereka dan menyita waktunya. Saya tahu hati mereka sebenarnya sangat hancur dan tidak ingin kehilangan saya. Bahkan mereka mengatakan lebih baik meninggal atau merasakan hal yang sama dengan saya. Saya sangat beruntung punya orang tua yang sangat luar biasa.

Tapi maafkan saya Ibu, Ayah, saya benar-benar ingin mati. Mereka terus menanyakan apakah hal itu yang benar-benar saya inginkan. Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya ini semua bagi mereka. Saya tahu mereka tidak ingin kehilangan saya, tapi di sisi lain mereka juga tidak ingin saya menderita terus menerus karena penyakit ini. Saya tahu saya sudah bersifat egois karena mendahulukan kepentingan saya di atas kepentingan mereka. Tapi saya tidak bisa melakukan hal ini seorang diri tanpa bantuan orang tua saya".


Catatan itu ditulis Kay pada awal tahun 2008, hingga akhirnya pada Desember 2008, sang ibu Kay Gilderdale merasa tidak punya pilihan lagi selain membantu anaknya mengakhiri hidupnya. Bukan karena ia ingin Lynn pergi meninggalkannya atau karena lelah berdiskusi dengannya, tapi karena ia ingin Lynn keluar dari kegelapan.

Kay yang merupakan mantan perawat itu akhirnya menyuntikkan morfin dengan dosis berlipat-lipat ganda pada anaknya. Tapi Lynn masih belum meninggal dengan suntikan morfin itu. Kay pun panik dan mencobanya lagi, tapi kali ini ditambah beberapa pil dan suntikan udara. Dan saat itulah Lynn akhirnya meninggal dunia.

Atas tuduhan membantu sang anak bunuh diri, Kay sempat dibawa ke pengadilan. Namun kurang dari 2 jam, ia dinyatakan tidak bersalah karena kasusnya bukan percobaan pembunuhan, tapi atas seizin anaknya.

Lynn terdiagnosa penyakit ME saat usianya 14 tahun. Penyakit itu mengubahnya dari seorang gadis remaja aktif menjadi seorang yang pendiam dan tak berdaya.

Penyakit ME atau yang dikenal dengan Chronic Fatigue Syndrome (CFS) mempengaruhi hampir semua bagian saraf dan sistem imun tubuh. Gejala umumnya adalah rasa lelah dan letih yang sangat parah, memiliki masalah ingatan, konsentrasi dan otot yang lelah. Akibatnya seseorang tidak akan bisa melakukan apapun dengan kondisi demikian.

Penyebab pasti penyakit ini sampai sekarang belum diketahui, tapi beberapa infeksi viral seperti demam yang berhubungan dengan kelenjar serta trauma bisa memicu penyakit ini. Tidak ada obat yang benar-benar efektif mengatasi penyakit ini.


Sekian lama saya mengacuhkan blog pribadi saya ini. Sibuk dengan pekerjaan iya, sibuk dengan FB n Twitter juga iya, Sibuk dengan Blog saya di kompasiana, juga iya..

Kasian blog ku...
Nah, sekarang nih saatnya buat saya kayanya mau posting yang bisa memotivasi kita untuk lebih berpikir positif akan orang lain. Bahkan yang mungkin sangat membenci kita.

Mantan Presiden Amerika membuktikan bahwa tidak berprasangka buruk itu malah membuat kita memiliki teman bahkan saudara baru.
coba baca kisah ini..
 
Kasihilah musuhmu, dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu..

Abraham Lincoln, sebelum menjadi presiden sangat dimusuhi oleh Stanton. Tidak ada sebab yang jelas kenapa Stanton begitu membenci Lincoln. Beberapa orang mengatakan mungkin karena mereka saling bersaing dalam hal politik dan dalam upaya menarik perhatian publik.

kebencian Stanton ini makin menjadi-jadi saat Abraham Lincoln terpilih menjadi presiden Amerika. Pada awal-awal pemerintahan Lincoln, Stanton menyuarakan suara-suara tidak sedap kepada publik, dengan tujuan menjatuhkan wibawa Lincoln di hadapan rakyatnya.

Sebagai seorang presiden, sebenarnya sangat mudah bagi Lincoln untuk ‘merekayasa’ Stanton agar masuk penjara, atau sekedar ‘dihilangkan’ tanpa jejak. Tapi apa yang dilakukan Lincoln ? sebuah langkah mengejutkan dilakukan oleh Lincoln. Presiden ini memutuskan untuk mengangkat Stanton menjadi Menteri Pertahanan (Secreatry of War).

“Anda tidak sedang bergurau kan pak ? Stanton itu saingan politik anda, dalam setiap kesempatan ia selalu berusaha untuk menjatuhkan anda !” tanya asisten pribadi Lincoln.

Lincoln dengan tersenyum menjawab, “Saya memilih orang bukan berdasarkan rasa suka atau benci, tetapi lebih karena kemampuan yang ia miliki, Stanton adalah orang yang sangat tepat untuk posisi itu.” Lincoln kemudian melanjutkan, “Dan lagi, dengan menjadikannya kawan, bukankah justru di situ kita telah mengalahkan musuh ?”

Lincoln ternyata tidak salah, Setelah beberapa waktu berlalu Stanton telah menjadi sahabat dekat, sekaligus menteri yang amat setia. Sampai suatu ketika Lincoln mati terbunuh, Stanton-lah yang paling merasa kehilangan, saat itu Stanton bukan hanya kehilangan seorang atasan, kematian Lincoln telah membuat Stanton merasakan kehilangan sosok yang telah ia anggap sebagai sahabat, guru, dan saudara. Komentarnya tentang kematian Lincoln di media, mengharukan siapa saja yang mendengar atau membacanya.



Permusuhan tidak dapat dilawan dengan permusuhan, kebencian bukan sebuah jawaban yang tepat bagi kebencian. Permusuhan hanya bisa dilawan dengan kasih, sebagaimana kegelapan hanya bisa dilawan dengan terang, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air.

22 Desember 2009

Posted by thiena On 19.00 0 komentar


Hari Ibu bentar lagi dateng nih. Tanggal 22 Desember 2009 nih.. Udah siapin apa nih buat ibu2 kita tercinta..

Ternyata Hari Ibu pada tanggal 22 Desember itu punya sejarah yang luar biasa. Mau tau? Ini aku kutip dari wikipedia mengenai Sejarah Hari Ibu di Indonesia








 

Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953Meulaboh sampai Ternate. dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

airmata cinta sang anak

Posted by thiena On 19.52 0 komentar

aku mencintaimu bunda..


aku menyayangimu bunda..


aku bukan anakmu yang sempurna.
yang bisa penuhi segala inginmu
aku bukan anak sempurnamu
masi penuh dengan kurangku..
aku bukan anak sempurnamu
yang selalu menurutimu


aku berdosa bunda....
aku tak mampu menjadi anak sempurnamu..


aku berdosa bunda..
pagi ini kembali kusakiti hati mu.
bunda yang telah merawatku hingga kini..


airmata ini bunda.
bukan karena sakit hatiku..


airmata ini bunda.
karena cintaku padamu...


airmata ini bunda..
karena ku takut pada mu bunda..


airmata ini bunda..
karena ku takut akan doa2mu yang menjadi restu TUHAN untukku..


airmata ini bunda.
karena ku percaya cintamu adalah cinta TUHAN..


airmata ini bunda..
karena kumencintaimu..
tak mampu melawan mu..


hanya berdoa..
semoga...
kata2mu hanyalah emosi belaka bunda..
berharap..
agar kata2mu pagi ini..
bukan lah doa..
dan DIA pun sedang pekak sejenak...
hingga tak mendengar kata2 itu..


aku mencintaimu bunda..
airmata ini karena cintaku padamu bunda..


-thiena, 15 desember 2009-

Rindu..
memenuhi ruang hatiku
penuh.. sesak.
oksigen pun sepertinya harus berdesakan dengan kerinduan di hatiku
aku.. kekurangan o2, kelebihan rindu..
rindu ini menyesakkanku..
memberatkan oksigen yang semestinya tak bermassa
membebani lairan darah yang mengaliriku..
inginku..
akan kuputs rantai rindu menyiksa ini.
dengan mendekapmu..
tak kubiar lepas..
ku hanya kan lepaskan semua rindu..
dengan selalu bersamamu..
hingga rindu tak sempat menghinggapi...



-thiena, 07 Desember 2009-

Colbie Caillat - Bubbly

Spoken:
Will you count me in?

Sung:
I’ve been awake for a while now
you’ve got me feelin like a child now
cause every time i see your bubbly face
i get the tinglies in a silly place

C: It starts in my toes
and I crinkle my nose
where ever it goes i always know
you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

The rain is fallin on my window pane
but we are hidin in a safer place
under covers stayin dry and warm
you give me feelings that i adore

it starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

But what am i gonna say
when you make me feel this way….
I just……..mmmmmm

Starts in my toes
makes me crinkle my nose
where ever it goes i always know
that you make me smile
please stay for a while now
just take your time
where ever you go

da da da da da da da da bu dum da dum da dum da da dum …mmmmmm

I’ve been asleep for a while now
You tucked me in just like a child now
Cause every time you hold me in your arms
I’m comfortable enough to feel your warmth

It starts in my soul
And I lose all control
When you kiss my nose
The feelin shows
Cause you make me smile
Baby just take your time now
Holdin me tight……

Where ever, where ever, where ever you go
Where ever, where ever, where ever you go…

Wherever you go
always know
cuz you make me smile
even just for a while…


LAGU ini kek putar memorykuu waktu sosialisasi debut HONDA DBL di Makassar tahun 2008...
perjalanan makasar - pangkep - barru..
sama Irenk... Indah... Tintun.. Yukew..
nyetir mobil mo saingan sama sopir angkutan daerah..
hahaa...
miss u gals..
miss all the memories..
.


Pagi ini aku buka Fb. seperti biasa ada beberapa inbox yang masuk. aku tertarik sama salah satu inbox dengan subject.. surat cinta.. [pikirku.. wahh... dapet surat cinta.. asikkk]
tapi ternyata.. surat cintanya berisi.. ini..

 ----SURAT CINTA MBA' SUM-----


Mbak Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya bernama Robbie, seorang bule dari Amerika, akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya itu.

Mbak Sum pun menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris yang pas-pasan & kamus tebal.

Berikut isi suratnya :

Hi Robbie, together this letter I want to give know you
(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)

I WANT TO CUT CONNECTION WE
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)

I have think thing this very cook cook
(saya telah memikirkan hal ini sangat masak masak)

I know my love only clap half hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)

Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes head alone
(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi dengan seorang wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri)

You always ask sorry back back river
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)

You eyes drop tears crocodile
(matamu mencucurkan airmata buaya)

You correct correct a man crocodile land
(kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat)

Past, my friend speak you play fire
(dulu, teman saya bilang kamu bermain api)

Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)

So, I cut connection and pull body from love triangle this
(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini)

I know result I pick this very correct, because you love she very big from me
(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)

But I still will not go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)

I don’t want you play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)

I have been crying night night until no more eye water thinking about your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu)

I don’t want to sick my liver for two river
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk, Robbie
(selamat jalan, Robbie)

Girl friend of your liver
(kekasih hatimu)

TTD
Sumiati Lion on the table
(Sumiati Singodimejo)

Note: river this I sorry you, river next I kill you !
(kali ini aku maafkan kamu, kali lain kubunuh kau !)