tin__tun

...these words comes from heart...

Mamaku Hobi Merepet

Posted by thiena On 21.36 0 komentar

“Ade, cepat bangun… Segera bukan jendela dan kerjakan pekerjaan rumah…
Tidak baik menunda-nunda!”
“Hey cepat-cepat buka jendela lalu bekerja…”
“Ade… kalo kerja itu jangan setengah-setengah.. kalau mau dibereskan.. sekalian dibereskan…”
“bla..bla..bla..lainnya lagiii…..
Repetan semacam ini lah yang kuhadapi setiap hari. Kata-kata pamungkas mama kalau sudah melihatku sedikit saja tidak melakukan apa-apa (padahal menurutku aku sudah melakukan banyak pekerjaan rumah). Kadang kesal menyeruak di batinku jika mama merepet tidak jelas, ingin sekali rasanya membalas kata-kata mama. Aih, tapi alih-alih membalas kata-kata mama. Untaian kata-kata balasan yang sudah tersusun rapi di kepalaku itu pasti jadinya kutelan lagi. Atau mungkin masi tersimpan di peti baja di sudut otakku.
Aku mungkin adalah anak mama yang paling sering dan paling lama kena repet (baca:omelan) mama. Ya bagaimana tidak, kakak pertama ku SMP hidup terpisah dari kami, SMA ikut kami di Padang,tapi selepas SMA langsung masuk AKMIL Darat. Kalau kuhitung-hitung hanya 15 tahun saja kakak pertama ku merasakan repet mama yang pamungkas itu.
Kalau kakak ku yang kedua, waktu SMP sempat tidak ikut aku, papa n mama tapi SMA kakakku ikut kami. Hanya saja masuk kuliah, baru mau masuk semester II kakak ku yang memang berparas cantik itu di pinang oleh seorang Kapten, yang kemudian menjadi kakak ipar idolaku. Paling-paling hanya 17 tahun dirasakannya repetan mama.
Dan aku, dari keluar rahim hingga sekarang umurku masuk 24 tahun hanya selama 4 tahun aku jauh dari orangtua itu pun untuk keperluan pendidikan ku di universitas. Paling tidak 20 tahun aku merasakan kata-kata pamungkas mama yang kadang menjengkelkan tapi bikin kangen hehe.. still love you full mama.. :-*
Heyho.. Postinganku kali ini bukan mau mengeluh atas repetan dan kata-kata pamungkas mama ku. Dulu mungkin aku bisa kesal tapi makin dewasa aku makin bisa memaknai bahwa dibalik semua repetan mama itu. Ada niat baik dan memang untuk kebaikan dan kesuksesan ku di masa depan. LOVE YOU MAMA…
Nah ini dia penjelasanku mengenai repetan mama, pamali-pamali yang selalu diingatkannya buat anak bungsunya ini.
Kata-kata pamungkas yang selalu keluar dari bibir mamaku tercinta. Kadang rasanya sebal bila mendapatkan omelan yang sama setiap hari. Tapi, mungkin memang aku yang masih harus diingatkan selalu untuk tidak menunda berbagai pekerjaanku.
Kalau kata orang-orang dulu, “Segera bergerak sebelum rejeki mu di patok ayam”. Mungkin itu yang mama maksud agar aku selalu berusaha bangun lebih cepat dari mentari.
Mungkin ada yang menganggap itu hanyalah bualan atau pamali yang dibuat-buat oleh orang tua dulu agar kita anak-anaknya segera bangun dan membantu pekerjaan mereka. Ohh.. jangan langsung berpikiran negatif begitu donk.
Kalau bagiku, segala omelan dan juga pamali-pamali yang diberikan oleh orang tua dulu itu bisa kita dalami dan logika kan, bila anda yang menganggap pamali itu tidak logis. Aku pernah dengar kalimat motivasi yang mengatakan “Kesempatan mungkin tidak datang 2 kali”. So, bukan kah bila kita tidak buru-buru bekerja untuk menggapai kesempatan itu kemungkinan besar kita akan kehilangan kesempatan itu sendiri.
Ada juga kalimat motivasi yang mengatakan bahwa, “Keep Move On, tetaplah bergerak”. Seperti ucapan orangtua dulu, cepat bangun dan bergerak, bekerja. Jadi, percuma saja jika kita hanya bangun atau tersadar bahwa kita harus sukses bila tak berbuat apa-apa. Untuk menggapai sukses itu, ya harus bergerak, ya harus bekerja. Itu HARUS..!
“Sukses butuh kecekatan kerja, jangan sampai kehilangan kesempatan”. Sekali lagi, bukti bahwa pamali itu bukan hanya untuk menyusahkan dan membuat repot. Jelas saja, jika kita tak cekatan menggapai kesempatan.
Dari segala panjang kali lebar penjelasan saya mengenai omelan dan pamali orangtua ku tadi satu hal yang paling tegas adalah. “Sukses butuh kecekatan kerja, jangan sampai kehilangan kesempatan untuk meraih sukses , don’t waste your time !”
Sekali lagi.. AKU SAYANG MAMA.. hehehe.. :)

tulisan ini juga terbit di http://sosbud.kompasiana.com/2010/05/11/mama-ku-hobi-merepet-ngomel/

Categories:
Reaksi: 

0 Response for the "Mamaku Hobi Merepet"