tin__tun

...these words comes from heart...

Mbah Maridjan... SAE...!!!!

Posted by thiena On 02.10 0 komentar

Pemakaman keluarga Srumen, Glagaharjo, Cangkringan di kaki Gunung Merapi yang biasanya senyap, hari ini, Kamis 28 Oktober 2010 ramai.

Ribuan orang datang untuk melepas jenazah Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi.

Setelah sampai ke area pemakaman, jenazah Mbah Maridjan harus menunggu 45 menit, menunggu para pelayat selesai membacakan tahlil di sekitar liang lahatnya.

Pada pukul 12.00 WIB, jenazah dibawa ke liang lahat. Sejumlah tokoh menghadiri pemakaman seperti Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, aktor Donny Kesuma, dan Bupati Sleman Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sementara pihak keraton diwakili putri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Pembayun dan adik Sultan, GBPH Prabu Kusumo.

Saat jenazah hendak dimasukkan ke lubang kubur, kiai menanyakan pada para pelayat, pendapat mereka tentang Mbah Maridjan semasa hidup. 

"Mbah Maridjan sae nopo awon para rawuh." [Mbah Maridjan, baik apa tidak].

Dijawab keras-keras oleh ribuan pelayat, "Sae!".

Kemudian, jenazah dimasukkan ke liang, seluruh pelayat mengumandangkan 'La illahaillallah' berulang kali.

Tak hanya jadi perhatian media dalam negeri. Pemakaman Mbah Maridjan juga diliput sejumlah media asing seperti CNN dan Reuters -- bukti bahwa nama Mbah Maridjan mendunia.

Pria bernama  Mas Penewu Suraksohargo ini adalah juru kunci Merapi sejak tahun 1982.

Nama Mbah Maridjan naik daun saat Merapi meletus pada 2006 lalu. Saat itu, ia menolak untuk mengungsi meski dibujuk langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X.

Sikap Mbah Maridjan menuai kecaman sekaligus pujian.  Karena keberaniannya dan setia pada tugasnya merawat Merapi.

Letusan Merapi tahun Oktober 2010 ini jadi tugas terakhir bagi sang kuncen.

Dia ikut tewas ketika kampung asrinya, Kinahrejo diterjang awan panas Merapi 'wedhus gembel'. 

Pada Rabu pagi 27 Oktober 2010 pagi, pria yang mengabdi di Merapi sejak 1982 itu ditemukan  tewas di rumahnya. Dalam posisi bersujud.

Meski ada yang mengatakan ia gagal mengelakkan bencana, Mbah Maridjan adalah gambaran seorang yang setia dan amanah mengembang tugas hingga ajal. The last man standing on Merapi.
(Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta, 

Categories:
Reaksi: 

0 Response for the "Mbah Maridjan... SAE...!!!!"