tin__tun

...these words comes from heart...




Idul Fitri bisa menjadi tonggak kehidupan manusia yang ditinggikan di masa depan yang lebih jujur, adil, terhormat, dan bermartabat, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Yogyakarta, 18/9 (Antara/FINROLL News) - Idul Fitri bisa menjadi tonggak kehidupan manusia yang ditinggikan di masa depan yang lebih jujur, adil, terhormat, dan bermartabat, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Semua itu dapat terwujud jika kita bersedia menerima fitrah sebagai manusia dan menerjemahkan dengan pikiran dan bahasa sederhana usai kita menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan," katanya dalam pesan menyambut Hari Raya Idul Fitrti 1430 Hijriyah, di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan usai manusia meninggalkan Ramadhan bulan penuh kemuliaan, terasa keharuan menyentuh nurani. Itulah suasana batin bagi insan yang telah menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

"Dari keharuan perpisahan itu, terbitlah hikmah idul fitri saat manusia kembali pada fitrah, yakni jiwa yang bersih karena dibasuh dengan ibadah dan saling memaafkan, dan rezeki yang telah dicuci dengan zakat," katanya.

Demikian pula pada tataran kehidupan masyarakat Yogyakarta, yang bisa diibaratkan layaknya masyarakat yang terlahir kembali tanpa dosa serta rasa kecewa, curiga, dan amarah, dijauhkan dari rasa dendam.

Dengan semangat fitrah itu pula, menurut dia diharapkan masyarakat bisa menjaga keistimewaan khas Yogyakarta dari ancaman "perang" yang lebih besar, yakni "perang nafsu".

"Idul fitri adalah momentum yang tepat untuk introspeksi diri, meskipun di tengah ketidakpastian status Yogyakarta sebagai daerah istimewa," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Ia mengatakan dengan "napak laku" di jalan lurus-Nya, Insya Allah para pemegang amanah rakyat selalu dikaruniai keinsafan untuk mampu menunaikan amanah para mendiang pendahulu Ngayogyakarta Hadiningrat, sehingga terpelihara dari laku ingkar terhadap "ijab kabul" yang telah terukir sebagai pesan kesejarahannya.

"Dengan menangkap hikmah pesan itu, marilah kita belajar dari semua kesalahan yang telah kita perbuat. Kita mengubur segala kekurangan, dan melanjutkan hal-hal baik yang sudah kita lakukan," katanya.

"Kita tinggalkan sikap saling menyalahkan, kita tinggalkan sikap mau menang sendiri. Insya Allah dengan silaturahmi dan saling memaafkan, setiap hati kita akan kembali bersemi laksana sejuknya embun fitri," kata Sultan.

Categories:
Reaksi: 

0 Response for the "idul fitri menjadi tonggak kehidupan manusia"